Gunung Budeg, Pendakian Yang Penuh Keindahan
3 years ago by Admin
Tulungagung mempunyai banyak tempat wisatasalah satunya gunung cantik yang cocok untuk didaki pendaki pemula. Gunungnya tidak terlalu tinggi, track-nya lumayan menantang, dan yang terpenting adalah alam pemandangan ketika sampai puncaknya tiada duanya, gunung itu adalah Gunung Budeg.
Gunung ini juga biasa disebut Gunung Cikrak karena bentuknya yang mirip cikrak alat pembuang sampah. Gunung ini termasuk gunung yang non-aktif di Tulungagung dengan ketinggian kurang lebih 585 mdpl dan memiliki kekayaan flora dan fauna. Gunung Budeg merupakan objek wisata favorit bagi pendaki pemula di Tulungagung karena tracknya yang tidak begitu tinggi dan tidak sulit. Gunung ini mempunyai dua jalur pendakian yaitu jalur utara dengan track menantang dan jalur barat dengan track yang lebih aman. Karena gunung ini tidak terlalu tinggi, Kawan Jalan bisa menempuh pendakian kurang lebih selama 2 jam.
Pesona Gunung ini juga terlihat dari kecantikan pemandangannya. Sesampainya di puncak kamu akan dimanjakan pemandangan 360 derajat kota Tulungagung. Sunrise dan sunsetnya sangat cantik. Dan pada saat malam hari pemandangan kelap-kelip lampu kota dari ketinggian akan menghiburmu sebelum terlelap.
Legenda Gunung Budeg
Seperti kisah-kisah gunung lain, Gunung Budeg mempunyai cerita legendanya sendiri. Konon, dulu ada Adipati Bedalem yang memiliki putri bernama Rara Ringgit atau Roro Kembang Sore. Saat itu ada utusan Majapahit Pangeran Lembu Peteng yang pro Adipati Bedalem berperang dengan Kyai Besar merebutkan Roro Kembang Sore. Roro Kembang Sore yang ketakutan akhirnya lari ke Desa Dadapan dan menumpang rumah pada seorang janda yaitu Mbok Rondo Dadapan. Usut punya usut, ternyata Mbok Rondo punya seorang putra bernama Joko Bodo yang kebetulan menyukai Roro Kembang Sore yang sayangnya cintanya selalu ditolak secara halus.
Singkat cerita Roro Kembang Sore akhirnya mau menjadi istri Joko Bodo namun dengan syarat Joko Bodo harus bertapa membisu di bukit menghadap selatan selama 40 hari 40 malam beralaskan batu dan cikrak di kepala. Naasnya, perjanjian ini tidak disaksikan Mbok Rondo, ibu Joko Bodo. Sampai suatu ketika, Mbok Rondo yang baru sampai di rumah tidak menjumpai satu orang pun di rumah. Ia kemudian mencari Joko Bodo sampai akhirnya ia menemukannya sedang duduk bersila di bukit. Mbok Rondo kemudian memanggil Joko Bodo, tapi tidak kunjung dijawab. Setelah berkali-kali dipanggil tidak menjawab, Mbok Rondo kesal, dan mengutuk Joko Bodo menjadi batu karena saat dipanggil tidak mendengar atau budeg. Mbok Rondo yang sadar atas kekhilafannya akhirnya menamai batu yang kini menjadi gunung itu dengan nama Gunung Budeg.
Daya Tarik Gunung Budeg
Walau tak tergolong gunung yang tinggi, gunung ini tetap menjadi primadona bagi kaum-kaum pendaki. Banyak pendaki yang memuaskan kerinduannya mendaki di Gunung Budeg. Dari tempat parkir, Kawan Jalan akan diantar melewati jalanan menanjak, melewati semak berduri, dan juga tebing curam. Terkait jalur pendakiannya, Kawan Jalan bisa memilihnya sesuai keinginan. Bagi yang suka jalur menantang, pilihlah jalur utara. Dan bagi yang suka jalur aman, pilihlah jalur sebelah barat.
Foto via Instagram.com/aadyb33_
Gunung ini juga menjadi favorit bagi kaum-kaum pencinta camping karena pemandangannya yang sangat indah. Panorama kota Tulungagung menjadi hadiah istimewa sesampainya di puncak. Saat siang hari, hijaunya persawahan akan terlihat dan saat malam hari kelap-kelip lampu kota akan membuat malammu penuh romansa. Gunung ini juga menjadi best view point dari sunrise dan sunset. Lapisan awan saat pagi hari akan membuatmu seolah berada di atas awan dan saat sore hari harimu akan ditutup dengan pemandangan lautan jingga di langit.
Tak hanya soal pendakian, camping, dan pemandangan, di gunung ini Kawan Jalan juga bisa menyaksikan atraksi budaya. Ada festival sedekah bumi dimana warga lereng gunung akan mengarak hasil panen dengan penuh rasa syukur. Ada juga festival gunung ini yang diadakan setahun sekali dimana dalam festival ini terdapat penampilan kesenian dan budaya. Kawan Jalan yang ingin menyaksikan festival budaya ini silahkan menghubungi pengelola wisata setempat untuk mengetahui kalender lengkapnya agar tidak ketinggalan.
Fasilitas, HTM, & Jam Operasional
Gunung Budeg sudah dikelola dengan baik, sehingga fasilitas di sini tergolong lengkap. Di sini sudah tersedia fasilitas seperti area parkir, gardu pandang, gazebo, aula, kamar mandi, dan mushola. Untuk harga tiket masuknya juga sangat murah meriah yaitu Rp5.000. Nantinya Kawan Jalan juga akan dibekali kantong kresek untuk mengumpulkan sampah non-organik ketika mendaki. Terkait jam bukanya sendiri, Gunung Budeg bisa Kawan Jalan kunjungi kapan saja karena buka 24 jam.
Lokasi dan Akomodasi
Gunung Budeg berlokasi di Area Gunung, Tanggung, Kec. Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Untuk aksesnya cukup mudah karena sudah bisa dilalui kendaraan bermotor dan juga mobil. Terkait jaraknya sendiri, Gunung Budeg berjarak kurang lebih 10 km dari pusat kota dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan kurang lebih selama 20 menit.
Akses jalan menuju Gunung Budeg sangatlah mudah karena sudah dapat dilalui kendaraan bermotor dan juga mobil. Untuk rute perjalan jika Kawan Jalan dari pusat kota, langsung saja arahkan kendaraanmu ke selatan menuju Pasar Boyolangu. Lurus ke arah selatan sejauh kurang lebih 1,4 km lalu beloklah ke kiri saat menemukan perempatan. Dari sini tetap ikuti jalan dan beloklah ke kanan sebelum Masjid Khoirul Ulum. Lurus ke arah selatan lalu beloklah ke kiri setelah menemukan perempatan. Kemudian setelah itu kurang lebih 850 meter kamu akan sampai di tempat parkir Gunung Budeg dan perjalanan akan dilanjutkan dengan jalan kaki.
Info penginapan terbaik Kawan Jalan bisa mencoba menginap di Crown Victoria Hotel dengan harga mulai Rp550.000 per malamnya. Fasilitas yang didapat sangat lengkap mulai dari area parkir, kafe, restoran, pilihan kamar sesuai selera, bathtub, TV kabel, dapur kecil, aula, dan masih banyak lagi. Jarak penginapan dengan Gunung Budeg adalah 9,4 km atau bisa ditempuh dengan kendaraan kurang lebih 18 menit. Bagi Kawan Jalan yang tertarik, silahkan kepoin Instagram hotelnya di @crownvictoriahotel.